Bermain di kandang sendiri, Liverpool berhasil mengalahkan Manchester United (MU) dengan skor 2-0. Dengan kemenangan ini, Liverpool akhirnya mengakhiri kekalahan beruntun mereka di empat laga sebelumnya.

Kekalahan MU ini membuat posisi mereka tetap di urutan kedua dengan nilai 22. Sementara itu, kemenangan Liverpool berhasil mendongkrak posisi mereka dari urutan ke-8 menjadi ke-5 dengan nilai 18.

Di menit ke-2, Rooney berhasil membobol gawang Liverpool. Namun, gol tidak disahkan karena Rooney berada dalam posisi offside.

Di menit ke-15, Kuyt berpeluang mencetak gol. Namun, masih bisa ditepis Edwin van der Sar. Dua menit berselang, tendangan Kuyt juga masih melebar di sisi gawang MU.

Di menit ke-61, Giggs mencoba meneruskan tembakan dari Rooney menuju tiang jauh gawang Reina. Tapi sayang, tembakan Giggs masih bisa diamankan Reina.

MU akhirnya kebobolan di menit ke-65. Dari umpan terobosan Benayoun, Torres berhasil lepas dari penjagaan bek-bek MU. Meski dari sudut sempit, Torres tetap melepaskan tembakan dan bola masuk ke gawang MU.

Di menit ke-89, Vidic terkena kartu merah karena sudah dua kali menerima kartu kuning. Vidic melakukan pelanggaran keras terhadap Kuyt dan MU harus bermain dengan 10 orang. Begitu juga dengan Mascherano. Dia terkena kartu merah di injury time karena melakukan pelanggaran terhadap Van der Sar.

Di menit ke-95, MU kebobolan lagi. Umpan panjang Kuyt disambut David N'gog dan kemudian menaklukkan Van der Sar. Skor 2-0 untuk kemenangan Liverpool.

Susunan pemain:

Liverpool: Reina, Insua, Aurelio, Johnson, Agger, Carragher, Leiva, Mascherano, Benayoun (Skrtel 90'), Kuyt, Torres (N'gog 80')

Manchester United: Van der Sar, O'Shea, Ferdinand, Vidic, Evra, Scholes (Nani 74'), Valencia, Carrick, Giggs, Rooney, Berbatov (Owen 74')

(by manchesterunitedindonesia)


PERLUKAH menyangsikan talenta seorang Valentino Rossi? Pembalap Italia itu seolah memiliki dunia sendiri dalam dunia balap MotoGP selama 10 tahun terakhir. Sejak memulai debut di kelas 125cc di GP Malaysia 1996 ,hingga merengkuh gelar juara dunia kesembilan dari seluruh kelas juga di GP Malaysia, Minggu (25/10/2009), Rossi merupakan salah satu pembalap terbesar sepanjang sejarah.

Finish di posisi tiga GP Malaysia akhir pekan lalu, sudah cukup untuk mengantarkannya mengamankan mahkota juara dunia musim 2009. Di usianya yang tidak lagi muda (30), Rossi masih mampu membuktikan kapasitasnya sebagai raja di lintasan.

Nah, untuk merayakan gelar kesembilan The Doctor, mari menengok sekilas Sembilan Momen Terbaik yang pernah dialaminya sepanjang 13 tahun berkarir di dunia balap.

9. Phakisa, 2004
Inilah balapan pertama Valentino Rossi bersama pabrikan Yamaha setelah mengakhiri kerjasama dengan Honda, akhir musim 2003. Di tengah keraguan atas kinerja YZR-M1, Rossi berhasil membuktikan bahwa bakat berbicara lebih kencang dari faktor teknis dengan menempati podium pertama.

8. Assen, 2009
Valentino Rossi membukukan kemenangan ke-100 sepanjang karirnya. Selebrasi menghibur sekaligus mengharukan dilakukan Rossi dengan membentangkan spanduk raksasa berisi foto-foto kemenangan pertama hingga terakhir.

7. Jerez, 2005
Seperti halnya Max Biaggi, pembalap Spanyol Sete Gibernau adalah musuh bebuyutan Rossi. Pada race pembuka musim 2005 di Jerez, Rossi dan Gibernau bertarung hingga detik-detik terakhir. Gibernau yang menguntit di posisi kedua sempat ngotot menyalip Rossi di tikungan terakhir. Namun, Rossi berhasil mempertahankan posisi dan memaksa Gibernau keluar lintasan.

6. Sepang, 2009
Tidak lengkap rasanya jika tidak menyebut balapan yang membuat Rossi merengkuh gelar kesembilannya. Memulai balapan dari pole position, Rossi harus merosot ke posisi sembilan akibat terlalu melebar di tikungan pertama. Meski harus melakoni wet race, The Doctor berhasil memperbaiki posisi hingga akhirnya finish di podium ketiga.

5. Suzuka, 2001
Inilah puncak perseteruan Rossi dan kompatriot Max Biaggi. Pada seri pembuka di musim terakhir kelas 500cc, Rossi dan Biaggi ngotot menjadi yang terdepan. Biaggi bahkan sempat tertangkap kamera menyikut Rossi saat keduanya tengah melaju 220km/jam. Dua lap kemudian, Rossi melewati Mad Max untuk finish di podium pertama sambil mengacungkan jari tengahnya.

4. Laguna Seca, 2008
The Doctor berupaya keras merobek dominasi Juara Dunia 2007 Casey Stoner. Apalagi, sirkuit Laguna Seca kurang bersahabat dengan Rossi dalam tiga musim sebelumnya. Rossi dan Stoner bertarung sendiri jauh meninggalkan pembalap-pembalap lainnya. Di sini, Rossi kembali menunjukkan aksi agresif dan berani sehingga akhirnya meruntuhkan mental Stoner yang terjatuh

3. Catalunya, 2009
Ini merupakan persaingan antara si Legenda alias Rossi dengan calon Legenda yang juga rekan setimnya Jorge Lorenzo. Sebuah balapan yang memacu adrenalin dengan aksi overtaking brilian dan nekat dari keduanya. Kemenangan Rossi pun baru bisa dipastikan pada tikungan terakhir dan hanya meraih margin 0.095 detik atas Lorenzo.

2. Assen, 2007
Rossi adalah rajanya overtaking. Cukup menyaksikan GP Belanda di Assen 2007 untuk membuktikannya. Memulai balapan dari posisi 11, secara perlahan tapi pasti Rossi berhasil melibas pembalap-pembalap di depannya dan merebut posisi pertama dari Casey Stoner.

1. Phillip Island, 2003
Seri ini menggambarkan talenta sesungguhnya dari Rossi. Terkena sanksi penalti 10 detik karena menyalip Marco Melandri saat bendera kuning dikibarkan bukan masalah baginya. Terbukti, Rossi akhirnya merebut podium pertama dengan margin 15,2 detik.