Persib Gasak Persisam



Persib Bandung sukses memenuhi ambisi meraih poin penuh di kadang usai menggasak tamunya Persisam Putra Samarinda 2-0, pada laga lanjutan putaran kedua Superliga 2009/10, di Stadionm Si Jalak Harupat Soreang, Bandung, Sabtu (20/2).

Tampil di bawah dukungan penuh suporter fanatik, Persib yang harus kehilangan beberapa pemain pilarnya karena akumulasi kartu kuning, tampak grogi di menit-menit awal yang membuat tim tamu justru menguasai jalannya pertandingan.

Tuan rumah sempat dikejutkan aksi Adalah Danilo Fernando yang memberikan ancaman ketika pertandingan baru berjalan tujuh menit. Beruntung tendangan keras dari luar kotak penalti pemain asing asal Brasil ini masih bisa diantisipasi kiper Kosin.

Tidak ingin terus mendapat tekanan, Persib langsung merespon lewat Hilton Moriera di menit ke-11. Memanfaatkan set piece dari Eka Ramdani, bomber asing yang juga asal Brasil ini melepaskan tandukan. Hanya saja gagal menemui sasaran karena masih tipis melebar dari gawang Persisam.

Terus menekan, striker Cristian Gonzales akhirnya mampu memecah kebuntuan timnya pada menit ke-24. Melalui aksi menawan menyambut umpan terukur Budi Sudarsono, bomber andalan Persib ini mampu menggoyak gawang Persisam yang dikawal Wawan Endrawan.

Unggul satu gol, Persib tidak menurunkan tempo permainan. Hasilnya di masa injury time, Eka Ramdani kembali memaksa kiper Persisam memungut bola dari gawangnya, setelah menyelesaikan kerjasama Gonzales-Budi, dan membuat papan skor kembali berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan tuan rumah yang bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, kendali permainan tetap dipegang para pemain Persib. Tekanan bertubi-tubi tetap dilancarkan ke jantung pertahan Persisam, hanya saja selalu gagal menemui sasaran.

Hal tersebut sempat membuat para pemain tuan rumah sedikit mengendurkan tekanan yang langsung dimanfaatkan tim tamu untuk balik menekan melalui serangan balik, yang sempat beberapa kali mengancam gawang Persib.

Hanya saja, ketatnya pengawalan lini belakang di tambah penampilan menawan kiper Kosin di laga terakhirnya bersama Persib, membuat serangan Persisam selalu kandas.

Dan hingga pertandingan berakhir, tidak ada tambahan gol yang tercipta, meski kedua tim silih berganti melancarkan tekanan berbahaya yang membuat Persib memastikan kemenangan 2-0 atas tamunya Persisam.

BTN Ditawari Pelatih Dari Feyenoord



Ditawari pelatih dan direktur teknik dari Feyenoord Belanda, Badan Tim Nasional (BTN) belum putuskan.

Ketua BTN Rahim Sukasah menyatakan, pihaknya mendapat tawaran dari federasi sepakbola Belanda (KNVB), yakni pelatih dan direktur teknik untuk tim junior yang nantinya akan menangani program school of execelent PSSI.

Direktur teknik dan pelatih yang ditawarkan Belanda itu lanjut Rahim, adalah Stanley Brard (direktur teknik) dan John Van Loen (pelatih) yang keduanya berasal dari klub Feyenoord.

"Ini baru penawaran. Tentunya yang akan menentukan adalah BTN, setelah melalui rapat. Tapi kalau dilihat dari latar belakang kedua utusan dari KNVB itu, cukup berkualitas karena sebelumnya menangani klub di Eropa," kata Rahim.

"Yang menarik dari utusan KNVB itu, ada yang merupakan keturunan Indonesia, yakni yang menempati posisi direktur teknik (Stanley Brard)."

Masih kata Rahim, meski sudah ada kiriman pelatih dan direktur teknik untuk pembinaan usai muda, tapi pihaknya belum bisa memutuskan apakah akan menerima kehadiran dua meneer tersebut.

Sebab masalah ini imbuhnya, masih akan dibahas dengan pengurus PSSI sebelum diputuskan apakah kedua utusan KNVB yang memang diminta otoritas sepakboa nasional, tenaganya bisa digunakan.

Seperti diketahui, PSSI beberapa waktu lalu memang melayangkan surat resmi ke KNVB, dengan tujuan meminta bantuan kiriman pelatih dan direktur teknik untuk program youth.

Kalahkan Milan, United Ukir Rekor



Kemenangan di San Siro juga menjadi catatan baru di buku rekor UEFA.

Manchester United menang 3-2 atas Milan di San Siro dinihari tadi. Hasil tersebut membuat klub Inggris itu memiliki peluang yang lebih besar melangkah ke perempat-final.

Kemenangan atas Milan itu juga menjadi catatan spesial bagi United di jagad sepakbola Eropa, yakni rekor tandang baru.

Manchester United menjadi tim yang tak tersentuh kekalahan terbanyak dalam partai tandang secara beruntun di kompetisi antarklub Eropa. Total, 16 pertandingan dituntaskannya dengan sekali pun tak terkalahkan.

Kekalahan terakhir United adalah saat ditekuk Milan 3-0 pada 2 Mei 2007. Sebelumnya, mereka juga berada sejajar dengan Lazio dan Ajax Amsterdam yang selama 15 kali pertandingan mereka tak tersentuh kekalahan.

United Permalukan Milan



Manchester United berhasil mengukir sejarah dengan mencuri kemenangan 3-2 atas tuan rumah AC Milan pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions.

Matangnya pengalaman AC Milan berlaga di kancah Eropa harus dipertanyakan karena justru Manchester United yang lebih menunjukkan kedewesaan permainan.

United berhasil mempermalukan tuan rumah Milan 3-2, meski tertinggal lebih dahulu pada awal pertandingan laga pertama babak 16 besar Liga Champions, Selasa (16/2) malam.

Leonardo memainkan David Beckham sejak awal dan mengandalkan serangan lewat sayap yang ditempati Alexandre Pato dan Ronaldinho.

Sir Alex Ferguson sebaliknya, menumpuk lima gelandang sekaligus di lini tengah dengan trio Michael Carrick, Darren Fletcher, dan Paul Scholes sebagai pengontrol irama permainan.

Penonton tak perlu lama menunggu terjadinya gol. Pada menit ketiga, berawal dari tendangan bebas Beckham, Patrice Evra gagal menyapu bola dengan bersih. Bola jatuh di kaki Ronaldinho yang berdiri bebas. Kontrol sebentar, Dinho menendang. Edwin van der Sar terkecoh karena arah bola berbelok mengenai kaki Carrick.

Pertahanan United sepertinya berbaik hati dengan memberikan terlalu banyak ruang di dalam kotak penalti. Dinho kembali mengancam dan memperoleh kesempatan melepas tembakan hanya dari jarak delapan meter. Untungnya, arah bola bisa diantisipasi Van der Sar.

Menit 19, Ronaldinho terlepas di muka kotak penalti United. Pemain Brasil itu mencoba melewati Rio Ferdinand, tapi terjatuh. Meski ada kontak antara kedua pemain, wasit memutuskan bukan pelanggaran.

Beberapa detik berselang, United membalas lewat sepakan Wayne Rooney yang melenceng dari gawang Dida.

Kecepatan para pemain Milan kerap membuat United bermasalah. Pada menit ke-33, Huntelaar nyaris mengoptimalkan sodoran Massimo Ambrosini dari lini tengah. Namun, tendangan Huntelaar melebar dari sasaran.

Upaya United menghadirkan ancaman ke gawang Milan berbuah hasil sembilan menit sebelum peluit jeda. Fletcher melepas umpan silang dari sayap kanan. Di tengah kotak penalti, Scholes melayangkan tendangan kaki kanan. Meleset, bola malah menghantam kaki kirinya dan bergulir mendatar tanpa dapat dicegah Dida. Gol, 1-1!

Setelah terjadinya gol, Milan mengganti Luca Antonini dengan pemain gaek Giuseppe Favalli. Tampaknya Antonini mengalami masalah dengan kaki kanannya.

Milan berupaya mengembalikan keunggulan. Peluang terakhir sebelum turun minum tercipta pada menit ke-41, ketika Dinho melepas tendangan jarak jauh yang masih dapat dibendung Van der Sar.

Tidak ada pergantian pemain yang dilakukan kedua pelatih usai jeda. Empat menit pertandingan kembali dimulai, Pato berdiri bebas dan menyundul bola umpan Favalli. Peluang terbuang percuma, karena bola meleset jauh dari sasaran.

Milan terlihat lebih lincah memainkan bola dari kaki ke kaki sehingga memaksa United lebih banyak bertahan di wilayah pertahanan sendiri. Meski demikian, menit 57, Rooney sempat membelah pertahanan Milan dan tendangannya membentur kaki pemain lawan sehingga menyebabkan tendangan penjuru.

Hanya sesekali mengancam lawan tak mengurangi betapa berbahayanya United. Menit 67, pemain pengganti Luis Valencia yang baru semenit menginjak lapangan, mengirimkan umpan silang. Di tiang jauh, Rooney menyongsong bola dengan menyundulnya ke tiang jauh. San Siro hanya terbungkam menyaksikan gol kedua United bersarang di dalam gawang Dida.

Milan mencoba menggiatkan kembali daya ofensif dengan memasukkan Clarence Seedorf dan menggantikan Beckham. Alih-alih, Rooney nyaris menciptakan gol keduanya. Tendangannya dari luar kotak masih melebar dari sasaran.

Beberapa saat kemudian, Rooney benar-benar mewujudkan ancaman tersebut. Fletcher melayangkan bola di antara celah Thiago Silva dan Alessandro Nesta. Duet bek tengah Milan itu hanya bisa memandang Rooney melepaskan sundulan bebas yang tak bisa dihalau Dida.

Leonardo mencoba memainkan kartu terakhir dengan memasukkan Filippo Inzaghi untuk menggantikan Huntelaar, yang seperti tidak terlihat di atas lapangan.

Gol balasan akhirnya tercipta lima menit sebelum pertandingan berakhir. Dari sebuah rancangan serangan dari sayap, Seedorf menuntaskan umpan Dinho dengan eksekusi backheel yang cantik.

Milan berupaya menyelamatkan diri dari kekalahan. Sebuah bola umpan Dinho diselesaikan Inzaghi dengan tendangan yang melambung jauh dari gawang Van der Sar.

Thiago memperoleh peluang emas menyamakan kedudukan pada pengujung pertandingan. Tapi, sundulannya menyongsong tendangan penjuru Andrea Pirlo melebar. Padahal, Thiago sudah berada dalam posisi bebas.

Pada menit terakhir pertandingan, wasit Olegario Benquerenca memberikan kartu kuning kedua kepada Carrick karena dianggap melanggar Pato. Padahal, dari tayangan ulang terlihat Evra yang melakukan pelanggaran.

Kedudukan 3-2 tetap bertahan hingga akhir. Hasil ini membuat Milan paling aman harus mencari kemenangan di atas dua gol pada lawatan di Old Trafford, 10 Maret mendatang.

Bagi United sendiri, kemenangan ini merupakan sebuah sejarah karena untuk kali pertama mereka mampu menaklukkan Milan di San Siro dalam lima kali perjumpaan di Liga Champions.

Susunan pemain:
Milan Dida; Bonera, Antonini / Favalli (38'), Thiago, Nesta; Pirlo, Ambrosini, Beckham / Seedorf (73'); Pato, Ronaldinho, Huntelaar / Inzaghi (78').
United Van der Sar; Rafael / Brown (90'+), Evra, Ferdinand, Evans; Carrick, Scholes, Fletcher; Nani / Valencia (65'), Park, Rooney.

Fergie Hampir Pasti Andalkan Rio



Bek tengah Inggris itu kemungkinan akan mendapatkan pertandingan penuh ketiganya pada 2010 saat menghadapi Milan.

Rio Ferdinand baru tampil penuh dua kali sejak masalah cedera punggungnya dimulai pada Oktober, yakni saat menghadapi Hull dan juga Manchester City.

Tetapi, cederanya bek senior lain Nemanja Vidic membuat pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson mau tak mau menurunkan Ferdinand untuk menghadapi Milan.

"Kami harus mempertimbangkan apakah akan menurunkan Rio sejak awal besok, tetapi saya pikir ia akan bermain," kata Ferguson pada konferensi pers menjelang pertandingan yang dikutip laman resmi United.

Ferguson yakin, "Kami rasa kami sudah berhasil menemukan masalah pada punggungnya itu. Kami tentu berharap ia akan baik-baik saja sepanjang sisa musim ini. Ia tak pernah absen pada sesi latihan dalam enam atau tujuh pekan terakhir."

"Kami bekerja keras untuk menyembuhkannya dan ia juga bekerja keras. Ia berusaha memulihkan kondisinya dengan sangat baik dan kami rasa itu akan membantunya di masa depan," puji Sir Alex.

Rooney: Tak Mudah Hadapi Tim Italia



AC Milan yang dihuni deretan pemain terbaik bakal menyulitkan Manchester United di Liga Champions.

Striker Manchester United Wayne Rooney mengakui tak mudah saat menghadapi tim-tim Italia. Bahkan AC Milan merupakan lawan yang sulit ditaklukkan. Peringatan itu disampaikan Rooney menjelang duel melawan Milan di 16 besar Liga Champions. Selasa (16/2), United akan tampil di San Siro pada pertandingan pertama ini.

"Tak mudah bila menghadapi tim Italia. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit karena mereka tim yang berpengalaman. Saya sudah bertemu mereka dua kali di Liga Champions. Mereka selalu berhasil menyingkirkan kami. Karena itu, ini akan menjadi pertandingan yang berat," jawab Rooney.

Menurut Rooney, Milan tetap menjadi salah satu favorit di Liga Champions karena dihuni deretan pemain terbaik.

"Mereka memiliki pemain terbaik seperti Clarence Seedorf, Andrea Pirlo, Alexandre Pato dan David Beckham. Semua pemain itu sangat istimewa. Jadi kami harus hati-hati," lanjutnya.

Rooney tegaskan membawa misi membalas dendam atas kegagalan United pada 2007 lalu. Saat itu, United disingkirkan Milan di semi-final setelah kalah 3-0. Pada pertemuan pertama, United unggul 3-2. Kegagalan United di final Liga Champions musim lalu juga memotivasi Rooney.

United Kembali Ke Puncak Klasemen



Kemenangan Manchester United atas Portsmouth diwarnai tiga gol bunuh diri.

Manchester United sukses mengambil alih posisi puncak klasemen Liga Primer Inggris. United menggeser Chelsea setelah menghancurkan Portsmouth 5-0 dalam pertandingan Liga Primer di Stadion Old Trafford, Sabtu (6/2). Sukses The Red Devils diwarnai tiga gol bunuh diri yang dilakukan pemain Pompey.

Tampil di hadapan pendukungnya, United menunjukkan permainan terbaik. Bek Rio Ferdinand yang baru saja terpilih sebagai kapten Inggris menggantikan John Terry terpaksa absen karena menjalani larangan bermain. Namun bek veteran Gary Neville bisa dimainkan. Dia mendampingi Wes Brown dan Johnny Evans.

Meraih kemenangan besar bukan berarti United melakukannya dengan mudah. Pasukan Sir Alex Ferguson harus bekerja keras untuk menaklukkan lawannya. Apalagi, pertahanan Portsmouth terbangun cukup kokoh selama babak pertama meski akhirnya kebobolan di menit-menit terakhir.

Dimotori striker Wayne Rooney yang mencapai performa terbaik musim ini, United langsung melakukan tekanan terhadap pertahanan tim tamu. Bahkan pada menit ke-delapan, Portsmouth seharusnya diganjar penalti karena Frederic Piquionne melakukan pelanggaran terhadap Rooney. Hanya, wasit Lee Mason membiarkan insiden tersebut.

Tak lama berselang atau tepatnya menit ke-sepuluh, striker Dimitar Berbatov mengancam gawang Portsmouth yang dikawal kiper David James. Ia gagal menyelesaikan umpan silang dari Rooney karena tendangannya masih melebar.

Berikutnya, Evans mendapat peluang mengancam James. Berawal dari aksi Neville yang kembali 'bertugas' menyusuri sektor kiri pertahanan lawan sebelum melepaskan umpan silang. Sayangnya, sundulan Evans saat menyambut umpan Neville juga masih masih melebar.

Menghadapi serangan beruntung United, pasukan Avram Grant hanya bisa bertahan. Meski demikian, mereka sesekali berusaha melakukan tekanan. Tercatat bek Anthony Vanden Borre mencoba mengancam gawang Edwin van der Sar. Namun tendangannya tak terlalu merepotkan kiper asal Belanda ini.

Tuan rumah kembali memegang kendali serangan dan menunjukkan dominasinya. Tercatat, Nani dan Antonio Valencia sempat memaksa pemain belakang Portsmouth kerepotan melapis James. Beruntung, serangan mereka masih gagal.

Setelah membuat pemain United mati kutu, pertahanan kokoh Portsmouth akhirnya jebol juga. Adalah Rooney yang memecahkan kebuntuan saat sundulannya tak bisa diselamatkan oleh James pada menit ke-40. Gol itu berawal dari umpan silang Neville.

Menjelang berakhirnya babak pertama, The Red Devils berhasil memperbesar keunggulannya melalui gol bunuh diri Vanden Borre. Tendangan Nani mengenai dirinya yang kemudian berbelok arah sekaligus mengecoh James.



Di babak kedua, pemain United tidak mengurangi tekanannya. Kerjasama antara Valencia dan Berbatov nyaris membobol gawang Portsmouth pada menit ke-54. Namun, tendangan Valencia masih bisa diselamatkan oleh James.

Beberapa saat kemudian, tuan rumah akhirnya memang menambah gol akibat blunder bek lawan Richard Hughes. Tendangan jarak jauh dari Michael Carrick menenai Hughes yang kemudian berbelok arah. James kembali terkecoh sehingga bola meluncur ke gawang. Gol yang tercipta pada menit ke-59 itu mengubah kedudukan menjadi 3-0.

Gol keempat United juga tercipta cukup cepat. Hanya berselang empat menit, tuan rumah memperbesar keunggulannya. Kali ini, giliran Berbatov yang menaklukkan James.

Setelah unggul 4-0, Ferguson melakukan tiga pergantian pemain. Darron Gibson, Mame Biram Diouf dan Michael Owen masuk menggantikan Darren Fletcher, Rooney dan Berbatov.

Meski tekanan terhadap Portsmouth mulai berkurang, namun United masih bisa menambah gol. Gol terakhir United tercipta akibat bunuh diri pemain lawan pada menit ke-68.

Adalah Marc Wilson yang mencoba menghalau bola silang dari Patrice Evra. Namun tendangan volinya justru meluncur ke gawang sendiri.

Kemenangan itu menjadikan United meraih poin 56. Unggul satu poin dari Chelsea yang baru akan bertanding menghadapi Arsenal dalam derby London di Stamford Bridge, Minggu (7/2).

Sebaliknya, Pompey makin terbenam. Mereka menduduki peringkat paling bawah dan terancam terdegradasi musim depan.

MENEMBUS MANCHESTER UNITED



Hanif Sjahbandi mendadak terkenal. Bocah berumur 12 tahun ini belakangan menhadi bahan perbincangan hangat. Gara-garanya, dia sempat merasakan latihan di sistem pembinaan usia muda di klub legendaris inggris, Manchester United.
Apa yang membuat bocah yang berdomisili di Jakarta itu bias menjajal latihan ala setan merah? Bukan aji mumpung. Dia meraihnya dengan susah payah, latihan keras dan dukungan penuh dari keluarganya.
Semuanya berawal dari AFC U-13 Festival Footbal yang digelar di Sabah, Malaysia pada Mei-Juni 2009. Hanif ikut turnamen tersebut. Pada acara tersebut dia dinyatakan sebagai yang terbaik dan membantu timnas U-13 memenangi AFC U-13.
Lantaran mendapatkan prestasi yang membanggakan itu, orang tuanya kemudian mendaftarkan Hanif ke kursus sepak bola MU. “Di sana dia kami daftarkan pada MU Training Camp yang digelar Juli 2009,”kata Tia Aryasyah, ibu Hanif.
Untuk mendaftarkan program ini jelas tak murah. Seperti disebutkan manutssoccerschool,jumlah yang harus dibayarkan peserta tergantung jenis kelasnya. Untuk Residential Course yang berada di kisaran umur 8-18 tahun contohnya, biaya yang harus dibayar sebesar 549,95 poundsterling (sekitar Rp8,2 juta). Artinya, untuk mendukung keinginan anaknya itu, Tia harus mengeluarkan duit sejumlah itu, plus tiket.
Hanif yang lahir pada 7 April 1997 masuk pada kelas U-12. Wakil bangsa Indonesia itu dinyatakan sebagai salah satu siswa terbaik di kelompok umur tersebut. MU terkesan. Karenanya, Hanif diundang MU untuk hadir pada World Skills Finals yang digelar 31 November – 5 Desember. ”Undangan ini gratis, dan kami benar-benar dijamu MU.” Ujar Tia.
World Skills Finals merupakan agenda yang diberikan pada siswa kursus yang dinilai punya potensi. Undangan mendapatkan kesempatan istimewa. Berupa sesi latihan yang lebih intensif, melakukan tur di Theater of Dreams, merumput di Old Trafford serta menyaksikan pertandingan Premier League dan laga tim akademi.
Apa pun hasil akhirnya, Hanif pantas mendapatkan acungan jempol. Paling tidak, dia sudah berusaha keras untuk andil menaikan pamor sepak bola Indonesia. Maju terus, Garuda kecilku!

Persitara Incar Gelandang Jebolan MU



Minim pendanaan, Persitara Jakarta Utara akan mendatangkan pemain mantan jebolan akademi Manchester United (MU).

Dilanda krisis finansial tidak membuat Persitara Jakarta Utara kehilangan pamor untuk mendatangkan pemaon berkelas. Salah satunya dengan mengincar gelandang jebolan akademi MU.

Manajer Persitara Jakarta Harry Ruswanto mengatakan pihaknya tengah menantikan kedatangan dua pemain asing, yang nantinya akan menambah kekuatan tim.

Menurut Harry, salah satu dari dua pemain asing yang ditunggu tersebut cukup berkualitas karena berasal dari Inggris dan merupakan jebolan akademi tim elit MU

"Pemain tersebut berasal dari akademi MU pada 1992-01. Dia juga pernah merumput di Liga Inggris bersama Manchester City pada musim 2002-04. Tapi namanya masih rahasia," kata Harry dihubungi wartawan, Rabu (3/1).

Ditambahkan, untuk merekrut pemain yang berusia 31 tahun dan berposisi sebagai gelandang serang ini, pihaknya menyiapkan dana Rp700 juta untuk setengah musim.

Syamsir Alam: Sepak Bola itu Berperang!



Berjuang hingga peluit dari wasit berbunyi. Itu falsafah yang dipegang oleh kapten timnas U-19 ini.

"Para pemain timnas kayak kurang gairah saat bertanding. Udah kalah duluan sebelum berperang. Gue sih greget ngeliatnya," ucap Alam, seusai pertandingan timnas Indonesia melawan Oman.

Padahal menurut Alam, sepak bola itu ibarat berperang. Nggak boleh menyerah sebelum pertarungan selesai. Makanya Alam gemes ngeliat kelakuan para pemain senior timnas Indonesia.

"Maksimalin setiap detik di lapangan. Jangan gampang menyerah. Mental baja lah. Falsafah ini yang coba gue terapin di rekan-rekan U-19," bilang, cowok dengan tinggi 177 cm, ini lugas.

Seperti yang kejadian saat timnas U-19 melawan Hongkong di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Pada detik ke-17, Alam mampu mencetak gol yang membawa kemenangan atas timnya dengan skor 4-1.

Ogah Merumput Di Indonesia, Syamsir Ingin Ke Eropa



Anggap sepakbola nasional belum profesional, striker muda Indonesia itu lebih memilih merumput di kompetisi Liga Eropa.

Striker timnas U-19 Indonesia Syamsir Alam menyatakan lebih memilih bermain di kompetisi Liga Eropa ketimbang kembali merumput di Liga Indonesia.

Alasannya karena kompetisi di tanah air yang ada saat ini dinilanya kurang menjamin keamanan pemain, yang membuat karir bermain sepakbolanya bisa terancam.

Demikian dikatakan bomber masa depan Indonesia ini kepada wartawan di temui di sela-sela acara FIFA World Cup Trophy Tour yang gelar di Jakarta Convention Center (JHCC), Jakarta, Selasa (26/1).

"Aku ingin bermain di Liga Eropa. Apalagi di Premier League (Inggris) atau di Liga Spanyol. Saya bukannya menolak main di Indonesia. Tapi gimana ya, saya lihat sepakbola di sini sudah tidak sehat," sebut Syamsir.

"Masak ada pemain yang sampai tulang rusuknya patah. Hal seperti ini sangat jelas bisa mengancam karir pesepakbola."

Pernyataan striker berusia 17 tahun ini bukan tanpa alasan. Ia memandang kompetisi sepakbola di tanah air saat ini jauh dari profesional. Sebab pemain kurang dilindungi saat berada di lapangan, yang membuat ia menilai sepakbola Indonesia kurang aman.

"Ngeri juga bermain di sini. Terlebih karena saat ini sudah ada tawaran dari beberapa klub Premier League dan Divisi Satu ke agenku. Tapi masih rahasia. Nanti saya beritahu kalau semuanya sudah jelas. Mohon doanya saja," kata striker berdarah Minang ini.

Masih kata Syamsir, dirinya berharap bisa mendapatkan klub untuk terus mengasah kemampuan. Tentunya, klub yang bisa menjadikan kamampuannya mengolah si kulit bundar semakin matang sebagai seorang striker handal.

Pada kesempatan yang sama, Syamsir menyatakan kelak ingin mengangkat trophy Piala Dunia, meski diakuinya hal itu bukan perkara mudah karena membutuhkan perjuangan yang cukup berat.

"Tapi saya bertekad untuk membawa Indonesia masuk Piala Dunia, aku targetkan di Piala Dunia 2018. Ini adalah target pribadi yang tentunya sekaligus menjadi impian saya," akunya.

Seperti diketahui, Syamsir menjadi salah satu pemain binaan PSSI yang saat ini sedang berlatih di Uruguay. Penyerang muda ini terus menunjukan penampilan lumayan sebagai tukang gedor selama berguru di luar negeri.

Park Ji-Sung: Chelsea Tertekan? Kita Lihat Saja Nanti



Gelandang Manchester United itu berharap Chelsa berada dalam tekanan dan performa mereka ikut terpengaruh karenanya.

Kemenangan 3-1 atas Arsenal kemarin mengantarkan Manchester United membayangi Chelsea di puncak klasemen Liga Primer Inggris dengan hanya selisih satu angka.

Banyak ekspektasi dengan situasi di klasemen itu. Kubu United, yang diwakili Park-Ji Sung, berharap Chelsea menjadi tertekan dan kondisi tersebut mempengaruhi performa mereka di sisa kompetisi musim ini.

"Kami hanya ingin mempertahankan kemenangan, untuk terus menekan Chelsea," tandas Ji Sung dikutip The Sun.

"Kompetisi masih panjang berjalan, tiga bulan lagi, jadi kami harus berkonsentrasi dengan performa kami sendiri."

"Kami bisa mengatasi tekanan yang kami miliki sendiri. Bagaimana dengan mereka? Kita lihat saja nanti apakah mereka mampu mengatasinya," harap pemain Korea Selatan itu.

Fergie "Remehkan" Nani



Penampilan Nani saat menghadapi Arsenal belum mendapat pujian dari sang pelatih.

Gelandang Manchester United Nani tampil bagus saat timnya mengalahkan Arsenal 3-1, Minggu (31/1) malam WIB. Pemain asal Portugal itu berkontribusi penting terciptanya gol pertama United sehingga berpengaruh terhadap mental dan permainan The Red Devils.

Namun, apa yang ditunjukkan Nani belum dianggap spesial oleh manajer Sir Alex Ferguson. Sang gaffer bahkan menyebut Nani belum sepenuhnya matang.

Meski demikian, Fergie yakin pemain yang diboyong United dari Sporting Lisbon seharga £17 juta pada 2007 itu akan semakin tumbuh dan berkembang.

Nani memang santer diperbincangkan sebagai pemain yang gagal bersinar sejak awal musim ini. Padahal, ia jauh-jauh hari sudah disebut-sebut akan menjadi "Crisitano Ronaldo kedua". Pertandingan melawan Arsenal sebenarnya telah dimanfaatkan Nani sebagai ajang pembuktian diri.

"Nani masih belum matang sejak bergabung dengan klub. Tapi, kini Anda bisa melihat perkembangannya. Ia adalah anak muda yang pemalu. Kami berharap pertandingan kontra Arsenal akan memberikan rasa percaya diri untuknya karena ia adalah pemain United," ujar Fergie dikutip Tribalfootball.

Kompetisi musim ini masih panjang. Ada banyak kesempatan buat Nani untuk membuktikan diri sebagai pemain yang benar-benar berkualitas.

Real Madrid Kecewa Performa Kaka?



Mega bintang asal Brasil itu dinilai tidak tampil memuaskan.

Real Madrid kabarnya mengalami kekecewaan besar dengan salah satu pemain bintang mereka, Ricardo Kaka.

Pemain asal Brasil itu, seperti dilaporkan Sport, dinilai Real Madrid tidak bisa menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain yang layak dibayar 64 juta euro.

Florentino Perez, presiden Real Madrid, kabarnya sudah geregetan dengan situasi ini, meski pun dirinya belum bisa menentukan sikap apa yang bisa diambil untuk pemainnnya itu. Penasihat klub Zinedine Zidane juga sudah meminta Perez untuk lebih bersabar dan memberi waktu Kaka beradaptasi.

Isunya, Kaka mendapat kesempatan untuk membuktikan diri hingga musim ini berakhir menunjukkan kemampuannya. Jika tidak bisa, dia kemungkinan akan dilepas
ke klub lain.

Spekulasinya, dia akan kembali ke Milan, dengan status pinjaman. Namun Manchester City dan Chelsea juga memiliki potensi untuk menggaetnya, mengingat kedua klub memiliki sumber dana tidak terbatas dari pemilik klub.

Fabregas: Messi Pun Tak Bisa Meredam United



Fabregas sangat terpukau dengan penampilan Manchester United akhir pekan lalu.

Kekalahan Arsenal 3-1 di tangan Manchester United akhir pekan lalu rupanya masih terasa menyakitkan di hati gelandang Cecs Fabregas. Bermain di kandang sendiri, Emirates Stadium, The Gunners dibuat tak berkutik.

Permainan ofensif yang ditunjukkan pasukan Sir Alex Ferguson membuat Fabregas "ngeri". Ia bahkan menyebut, bintang sekaliber Lionel Messi pun tak bisa menghentikan permainan apik United.

Fabregas sebenarnya baru saja kembali bermain setelah tiga pekan absen karena mengalami cedera hamstring. Tapi, saat ia kembali memperkuat Arsenal menghadapi sang juara bertahan, timnya justru menuai kekalahan.

"Saya sebenarnya merasa baik-baik saja, tapi sulit sekali menerima kenyataan berupa kekalahan telak. Saat tertinggal 2-0 atau 3-0, pastilah mental Anda akan turun drastis," ujar Fabregas dikutip The Mirror.

"Seorang Messi pun harus mencari cara untuk bagaimana meredam permainan United."

Gagal Berbaju Persija, Irfan Tetap Ingin Merumput Di Liga Indonesia



Belum mendapat kepastian dari manajemen Persija Jakarta tidak membuat pemain blasteran Indonesia- Belanda itu patah arang.

Pemain pelamar di Persija Jakarta Irfan Bachdim menyatakan akan meninggalkan Indonesia pada Sabtu (30/1), dan terbang ke Amsterdam, tempat di mana ia selama ini lebih banyak berdomisili.

Hal tersebut karena sampai sejauh ini dirinya belum mendapatkan kepastian kontrak dari manajemen Persija Jakarta, klub yang sangat ingin dibelanya selama merumput di tanah air.

Dikatakan Irfan, sebenarnya ingin sekali merumput di Superliga dengan memperkuat Persija di putaran kedua. Hanya saja keinginannya tersebut harus tertunda, karena belum mendapat kepastian dari manajemen Persija.

"Saya ingin sekali bermain di sini agar bisa berbaju timnas Indonesia. Kalau saya
bermain di sini, pelatih timnas tentu akan lebih mudah memantau permainan saya," kata Irfan.

"Jika diberi kesempatan, saya akan coba buktikan kalau saya punya kualitas untuk menjadi pemain timnas. Secepatnya, saya pasti kembali ke Indonesia,” pungkas Irfan.

United Tekuk Arsenal Di Emirates



Manchester United mengulang momentum leg kedua semi-final Liga Champions musim lalu dengan menundukkan Arsenal di Emirates Stadium.

Manchester United membuktikan dirinya lebih baik dari Arsenal, saat kedua tim bertemu di Emirates Stadium, Senin (1/2) dinihari WIB. United menang 3-1.

Skor tersebut sama persis dengan skor saat United meraih tiket ke final Liga Champions musim lalu, di mana di leg kedua yang dilangsungkan di Emirates, United juga menang 3-1.

Alhasil, kemenangan tersebut mengantar United menjauhi kejaran Arsenal, yang tetap duduk di peringkat ketiga dengan 49 angka. United sendiri kini menempel Chelsea, dengan 53 poin, tertinggal satu poin.

Bertanding di hadapan pendukung lawan, United sempat tampil tertekan di menit-menit pertama. Tapi United-lah yang bisa unggul lebih dulu, menyusul blunder fatal yang dilakukan Manuel Almunia.

Kiper Arsenal itu salah menyambut bola kiriman Nani dari sektor kiri pertahanan Arsenal, dan malah memasukkan bola ke gawangnya sendiri. United pun memimpin mulai menit 33.

Skor 1-0 tidak bertahan lama. Tim tamu memperbesar keunggulannya setelah umpan Nani dituntaskan Wayne Rooney dengan sempurna di menit 37. Gol tersebut menjadi gol ke-100 Rooney di kompetisi domestik Liga Primer Inggris.

Memasuki babak kedua, Arsenal yang berusaha membalas dua gol tersebut malah kecolongan satu gol lagi. Adalah Park Ji Sung yang memaksa Almunia untuk mengambil bola dari gawangnya untuk kali ketiga dengan tendangan kerasnya di menit 52.

Mau tak mau, dengan situasi tertinggal 3-0, Arsenal tampil lebih terbuka. Sejumlah peluang dimiliki Andrey Arshavin dan Alex Song, namun hingga satu jam pertandingan berjalan, belum ada gol balasan tercipta.

Arsenal baru bisa membalas di menit 80 lewat tendangan voli Thomas Vermaelen yang berubah arah dan mengecoh Edwin Van Der Sar karena mengenai pemain United. Gol tersebut juga menjadi yang terakhir yang tercipta di pertandingan ini. Skor 3-1 untuk kemenangan tim tamu menjadi skor final.